Selasa, 14 Maret 2017

dbm db dbw


1.        dB (decibel) : Adalah satuan factor penguatan jika nilainya positif, dan pelemahan/redaman/loss jika nilainya negative.

Jika input = 1 watt, output = 100 watt maka terjadi penguatan 100 kali
Jika input = 100 watt, output = 50 watt maka terjadi redaman/loss daya
Jika dinyatakan dalam dB :
G = 10 log 100/1 = 20 dB
G = 10 log 50/100 = -3 dB ( maka disebut redaman / loss 3 dB)
2.    dBW (Decibel Watt ) dan dBm adalah satuan level daya dBW :adalah satuan level daya dengan referensi daya 1 watt
P(dBW) = 10 Log P(watt)/1 watt
dBm:adalah satuan level daya dengan referensi daya 1 mW = 10-3 watt
P (dBm) = 10 Log P(watt)/10-3 watt
1.    10 Watt = P (dBW) = 10 Log 10 Watt/1 Watt (= 10 Log 10 = 10 dBW)
2.    100 Watt = P (dBW) = 10 Log 100 Watt/1 Watt (= 10 Log 100 = 20 dBW)
3.    1000 Watt = P (dBW) = 10 Log 1000 Watt /1 Watt (= 10 Log 1000 = 30 dBW)
4.    10 Watt = P(dBm) = 10 Log 10/10-3 = 10 Log 104 = 10*4 = 40 dBm
5.    100 Watt = P(dBm) = 10 Log 100/10-3 = 10 Log 105 = 10*5 = 50 dBm
6.    1000 Watt = P(dBm) = 10 Log 1000/10-3 = 10 Log 106 = 10*6 = 60 dBm
Contoh
Kesimpulan :
10 Watt = 10 dBW = 40 dBm
100 Watt = 20 dBW = 50 dBm
1000 Watt = 30 dBW = 60 dBm
Terlihat bahwa dari dBw ke dBm terdapat selisih 30 dB
sehingga dapat dirumuskan
: P (dBm) = P (dBW) + 30
atau,
P (dBW) = P (dBm) - 30
Contoh :
15 dbW = . dBm = 15 + 30 = 45 dBm 60 dBm = . dBW = 60 30 = 39 dBW dBi satuan gain antenna dengan referensi antena isotropis yang memiliki gain = 1 G (dBi) = 10 Log Ga/Gi = Gi = 1 = 10 log Ga
Contoh :
Antena Colinear memiliki Gain 7 kali dibanding antenna isotropis. Berapa dBi Gain antenna Colinear tsb? G = 10 log 7 = 8.45 dBi
Contoh :
Antena Yagi memiliki gain 18 dBi 18 dB = Antilog 18/10 = 63.095 kali ~ 63 kali Artinya gain antenna Yagi adalah 63 kali lebih besar dibandingkan antenna Isotropis
Beberapa Contoh penggunaan satuan dB
Contoh 1 :
Sebuah Amplifier mempunyai gain = 20 dB, jika diberi input 10 dBm berapa output amplifier tersebut? Jawab : Pout (dBm) = Pin(dBm) + G = 10 + 20 = 30 dBm
Contoh 2 :
Sebuah Amplifier dengan gain 30 dB, jika outputnya sebesar 45 dBm berapa level inputnya? Jawab : Pout(dBm) = Pin (dBm) + G ==? Pin = Pout G = 45 30 = 15 dBm
Contoh 3 :
Output amplifier sebesar 30 dBm akan dilewatkan kabel dengan redaman / loss 2 dB. Berapa level sinyal setelah melewati kabel?
Jawab : Pout = Pin L = 30 2 = 28 dBm
Contoh 4 :

Output RF amplifier sebesar 20 dBm akan diumpankan ke antenna parabolic dengan Gain = 15 dB melalui kabel pigtail yang memiliki redaman / Loss 2 dB. Berapa EIRP dari sinyal tsb. Jawab : EIRP = Po L + Ga = 20 2 + 15 = 33 dBm

antena dipole

Antena adalah bagian yang sangat penting pada radio pemancar atau penerima. Sebatang logam yang panjangnya 1⁄4 Lambda (λ) akan beresonansi dengan baik bila ada gelombang radio yang menyentuh permukaannya. Jadi bila pada ujung coax bagian inner kita sambung dengan logam sepanjang 1⁄4 λ dan outer-nya di ground, ia akan menjadi antena. Antena semacam ini hanya mempunyai satu pole dan disebut monopole (mono artinya satu). Apabila outer dari coax tidak di-ground dan disambung dengan seutas logam sepanjang 1⁄4 λ lagi, menjadi antena dengan dua pole dan disebut dipole 1⁄2 λ (di artinya dua). 







      Cara membuatnya pertama tama kita harus menentukan frekuensi kerja pemancar, setelah itu menghitung panjang gelombangnya.

   Rumus panjang gelombamg:

contoh; pemancar dengan frekuensi 90 Mhz memiliki panjang gelombang
λ= 300 / 90 Mhz = 3.33 meter 

Di atas adalah panjang gelombang di udara. Cepat rambat gelombang listrik pada logam itu lebih kecil, ialah 0.95 kali gelombang radio di udara. Jadi untuk menghitung Lambda antenatersebut menjadi: 
λ = 300 /f (MHz )x 0.95
Jadi dengan frekuensi 90mhz panjang gelombang adalah 3.333 x 0.95 =3.166 meter 
Untuk membuat antena dipole kita hanya menggunakan 1/2 panjang gelombang dan dibagi2 lagi menjadi 1/4 λ di masing masing sisi. lihat gambar di bawah ini.
 
Jadi panjang antena dipole masing masing sisinya adalah 3.166 x 1/4= 0.791 meter atau 79.1 cm .
  Untuk aplikasinya bisa di letakkan secara vertikal atau horizontal sesuai radiasi yang 
di inginkan.

ref :
http://elektrozon.blogspot.com/2013/03/cara-membuat-antena-fm-dipole-12.html
http://ridwanlesmana.tripod.com/

antena array

Antena array terdiri atas dua antena atau lebih. Sinyal yang berasal dari antena dikombinasikan atau diproses dengan tujuan hasil yang lebih bagus bila dibandingkan dengan antena tunggal. Adapun kegunaan dari antena array yaitu:
  • Meningkatkan jumlah gain
  • Menyediakan reception diversiti
  • Membatalkan terjadinya interferensi dari arah tertentu
  • Mengendalikan array sehingga lebih sensitif di arah tertentu
  • Menentukan arah kedatangan dari sinyal yang datang
  • Memaksimalkan perbandingan sinyal terhadap interferensi plus noise (SINR)
Dasar antena array
Antena array terdiri atas satu set N antena spasial terpisah. Jumlah antena dalam susunan paling sedikit 2, yang banyak ada dalam jumlah beberapa ribu (Fasilitas radar AN/FPS-85 Phased Array yang dioperasikan oleh angkatan udara Amerika Serikat). Pada umumnya, kinerja dari antena array meningkat sejalan dengan jumlah susunan antenanya (elemen), sebagai timbal baliknya meningkatkan biaya, ukuran dan kompleksitas.
Berikut contoh dari antena array.
patchArray
Gambar 1: Antena array mikrostrip empat elemen
celltower
Gambar 2: Antena array tower sel. Antena array ini menggunakan 2 antena penerima dan 1 antena pengirim
Bentuk umum dari antena array dapat diilustrasikan melalui Gambar 3 dibawah. Pangkal dan sistem koordinat dipilih, dan elemen N diposisikan, tiap lokasi dinyatakan dengan :
position
Posisi dari elemen phased array diilustrasikan melalui gambar berikut :
array
Gambar 3
Misalnya xi mewakili keluaran masing-masing dari antena 1 hingga N. Hasil keluaran dari antena ini sebagian besar digandakan dengan berat N – wi dan ditambahkan secara bersama – sama seperti pada Gambar 4 berikut :
output
Gambar 4
Hasil keluaran dari antena array dapat dituliskan dengan :
yout
Keuntungan dari antena array
Untuk mengerti tentang keuntungan antena array, kita akan memisalkan antena tiga susun yang berada pada sumbu-z, menerima sebuah sinyal yang tiba dari sudut relatif ke arah sumbu-z sebesar theta , yang terlihat pada gambar 5
example
Antena array memiliki spasi sebesar satu setengah panjang gelombang (titik tengah pada z=0). Daerah E dari gelombang datar (diasumsikan memiliki amplitudo yang konstan) dapat dituliskan :
ephase
Sinyal yang diterima dibedakan oleh faktor fase kompleks, yang tergantung dengan jarak pemisahan antena dan sudut kedatangan dari gelombang datar. Jika sinyalnya dijumlahkan maka akan menghasilkan :
ysum
Hal yang menarik jika magnitude dari Y diplotkan dengan theta (sudut kedatangan dari gelombang datar). Hasilnya diperlihatkan pada Gambar 6 berikut:
y3
Gambar 6
Gambar 6 menunjukkan bahwa antena array memproses sinyal lebih baik dalam beberapa arah dibandingkan yang lain. Misalnya, Antena array paling bagus menerima pada sudut kedatangan 90 derajat. Hasilnya, sewaktu sudut kedatangannya 45 atau 135 derajat, antena array tidak memiliki daya, walaupun gelombang datarnya yang datang memiliki daya yang besar. Dengan cara ini, dihasilkan pola radiasi directional walaupun antenanya diasumsikan tergolong isotropik
Sumber:

antena euy

Dibidang elektronika definisi antena adalah transformator /struktur transmisi antara gelombang terbimbing (saluran transmisi) dengan gelombang ruang bebas atau sebaliknya. Sekarang antena adalah salah satu elemen penting yang harus ada pada sebuah teleskop radio, TV, radar, dan semua alat komunikasi lainnya yang menggunakan sinyal. Sebuah antena adalah bagian vital dari suatu pemancar atau penerima yang berfungsi untuk menyalurkan sinyal radio ke udara. Bentuk antena bermacam macam sesuai dengan desain, pola penyebaran dan frekuensi serta gain. Panjang antena secara efektif adalah panjang gelombang frekuensi radio yang dipancarkannya. Antena setengah gelombang adalah sangat poluler karena mudah dibuat dan mampu memancarkan gelombang radio secara efektif.
Fungsi antena adalah untuk mengubah sinyal listrik menjadi sinyal elektromagnetik, lalu meradiasikannya (pelepasan energi elektromagnetik ke udara atau ruang bebas). Dan sebaliknya, antena juga dapat berfungsi untuk menerima sinyal elektromagnetik (penerima energi elektromagnetik dari ruang bebas) dan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Pada radar atau sistem komunikasi satelit, sering dijumpai sebuah antena yang melakukan kedua fungsi (peradiasi dan penerima) sekaligus. Namun, pada sebuah teleskop radio, antena hanya menjalankan fungsi penerima saja.
Antena dibagi menjadi dua, yaitu antena kawat dan antena solid. Antena kawat contohnya seperti antena dipole, antena monopole, antena yagi, antena helix, dan antena grid. Sedangkan antena solid contohnya adalah antena parabola, antena horn, dan antena microstrip/patch.
I. Antena Kawat
1.  Antena Dipole
Antena dipole adalah antena radio yang dapat dibuat dari kabel sederhana, dengan pengisi berada di tengah elemen driven. Antena ini terdiri dari dua buah logam konduktor atau kabel, berorientasi sejajar dan kolinier dengan lainya (segaris dengan yang lainya), dengan sela kecil di tengahnya.
Karakteristik dari antena dipole antara lain adalah sebagai berikut :
  • Omnidirectional, yaitu memancarkan dan menerima gelombang secara merata pada sudut tertentu.
  • Perolehan yang rendah. Karena gelombang yang dipancarkan merata ke berbagai arah, menyebabkan daya yang dipancarkan terdistribusi sama besar, sehingga nilai daya tersebut tidak sebesar apabila gelombang dipancarkan pada arah tertentu saja.
  • Tidak memerlukan ground plane.

2.   Antena Monopole
Antena monopole adalah jenis antena radio yang dibentuk dari satu setengah dari antena dipole dengan ground plane. Jika ground plane cukup besar, monopole berfungsi sama seperti dipole. Bagaimanapun, antena monopole memiliki directive gain yang lebih besar dari antena dipole, dengan impedansi input yang kecil menghasilkan efisiensi yang kecil juga.
Antena monopole banyak digunakan untuk :
–       Siaran komersial pada AM-band (500-1500 KHz)
–       Pelayanan komunikasi land mobile
Antena monopole terdiri dari 1/2 antena dipole yang diletakkan di atas bumi (biasanya di menara) dengan menggunakan 1/4 panjang gelombang (quarter wave antenna). Resistansi radiasi ideal = 36,56 W.
3.  Antena Yagi
Antena yagi adalah salah satu jenis antena radio atau televisi yang diciptakan oleh Hidetsugu Yagi. Antena ini bersifat direksional, yaitu menambah gain hanya pada salah satu arahnya. Sisi antena yang berada di belakang reflektor memiliki gain yang lebih kecil daripada di depan direktor.
Antenna yagi terdiri dari tiga bagian, yaitu:
–         Driven adalah titik catu dari kabel antena, biasanya panjang fisik driven adalah setengah panjang gelombang (0,5 λ) dari frekuensi radio yang dipancarkan atau diterima.
–         Reflektor adalah bagian belakang antenna yang berfungsi sebagai pemantul sinyal,dengan panjang fisik lebih panjang daripada driven. Panjang biasanya adalah 0,55 λ (panjang gelombang).
–         Direktor adalah bagian pengarah antena, ukurannya sedikit lebih pendek daripada driven. Penambahan batang direktor akan menambah gain antena, namun akan membuat pola pengarahan antena menjadi lebih sempit. Semakin banyak jumlah direktor, maka semakin sempit arahnya.
–         Boom adalah bagian ditempatkanya driven, reflektor, dan direktor. Boom berbentuk sebatang logam atau kayu yang panjangnya sepanjang antena itu.
Antena yagi, juga memiliki spasi (jarak) antara elemen. Jaraknya umumnya sama, yaitu 0.1 λ dari frekuensi.

4. Antena Helix
Antena Helix terdiri dari konduktor tunggal atau multi konduktor terbuka yang berbentuk Helix. Antena Helix merupakan antena yang mempunyai bentuk tiga dimensi. Bentuk dari antena Helix menyerupai per atau pegas dan diameter lilitan serta jarak antar lilitan berukuran tertentu.
Antena Helix dapat dioperasikan dalam dua mode, yaitu mode transmisi (transmission mode) dan mode radiasi (radiation mode). Mode transmisi digunakan untuk menjelaskan bagaimana gelombang elektromagnetik dioperasikan sepanjang Helix dapat diasumsikan sebagai saluran transmisi tak hingga atau waveguide, dimana beberapa mode transmisi yang berbeda dapat dioperasikan.
Mode radiasi digunakan untuk mengetahui bentuk dari medan jauh (far field pattern) dari sebuah Helix. Pada mode radiasi dikenal dua macam mode, yaitu mode axial dan mode normal. Masing-masing titik merepresentasikan satu buah lilitan dari Helix, sementara jarak antara titik merepresentasikan jarak antara lilitan pada antena Helix. Jumlah titik sumber isotropis analogi dengan jumlah lilitan pada Helix.
Pola radiasi dari antena Helix diturunkan dengan menggunakan prinsip pattern multiplication, dimana pola radiasi Helix merupakan produk dari semua titik sumber isotropis yang tersusun secara array, sehingga disebut array pattern atau array factor (faktor array).
Dengan asumsi bahwa satu lilitan dari antena Helix mempunyai gelombang bejalan (traveling wave) yang seragam disepanjang antena, maka pola radiasi total dari antena Helix dengan jumlah lilitan n merupakan produk dari faktor array dengan pola radiasi satu lilitan Helix.

5. Antena Grid
Antena grid adalah antena outdoor yang biasanya dipasang pada hotspot untuk jarak tembak sinyal yang cukup jauh sekitar 15 Km. Kekuatan sinyal antena grid ini bisa dibanggakan, karena memiliki jangkauan sinyal sekitar 15 – 45 Km asalkan pada posisi loss (tidak ada hambatan).
Kelebihan dari antena grid antara lain sebagai berikut:
–         Harga lebih murah dari antena omni
–         Jarak sinyal lebih jauh
Sedangkan kerugian dari menggunakan antena grid yaitu:
–         Daerah persebaran sinyal relatif lebih kecil dari pada antena omni yaitu sekitar 15 derajat.
–         Sulit memasang agar mendapatkan sinyal yang bagus untuk jarak tembak sinyal yang sangat jauh.
Perbedaan pemasanganantena gridsecara horizontal dan vertikal sangat berpengaruh pada bentuk penyebaran sinyal. Pada posisi vertikal sinyal yang dipancarkan secara rapat, namun daya jangkaunya sangatlah jauh. Sedangkan pemasanganantena gridsecara horizontal sinyal yang dipancarkan menjadi lebih lebar namun dengan daya jangkaunya yang kurang dari daya jangkau vertikal.
Apabila terdapat dua titik lokasi yang akan dihubungkan dengan posisi antena grid horizontal dan vertikal, maka kemungkinan besar akan terjadi tabrakan sinyal dan menjadi tidak terkoneksi. Hal tersebut dikarenakan posisi antena gridyang berbeda sehingga menyebabkan PowerLoss.
II. Antena Solid
1.  Antena Parabola
Antena parabola adalah sebuah antena berdaya jangkau tinggi yang digunakan untuk komunikasi radio, televisi dan data dan juga untuk radiolocation (RADAR), pada bagian UHF and SHF darispektrum gelombang elektromagnetik. Panjang gelombang energi (radio) elektromagnetik yang relatif pendek pada frekuensi-frekuensi ini menyebabkan ukuran yang digunakan untuk antena parabola masih dalam ukuran yang masuk akal dalam rangka tingginya unjuk kerja respons yang diinginkan baik untuk menerima atau pun memancarkan sinyal. Antena parabola berbentuk seperti piringan. Antena parabola dapat digunakan untuk mentransmisikan berbagai data, seperti sinyal telepon, sinyal radio dan sinyal televisi, serta beragam data lain yang dapat ditransmisikan melalui gelombang. Fungsi antena parabola yang umum diketahui oleh masyarakat di Indonesia adalah sebagai alat untuk menerima siaran televisi satelit.
Konfigurasi jaringan yang biasa digunakan oleh antena parabola adalah jaringan bintang (star) dan jaringan jala (mesh). Jaringan bintang disebut juga dengan Point-to-Point. Model ini terdiri dari sejumlah stasiun remote yang disambungkan ke stasiun HUB, umumnya digunakan untuk aplikasi yang menggunakan saluran besar,
Sedangkan jaringan jala setiap remote dapat berhubungan dengan remote lainnya tanpa melalui HUB. Stasiun pengontrol utama berfungsi mengatur pembentukan hubungan antar remote. Setelah itu hubungan komunikasi dapat berjalan antar remote tanpa harus melewati HUB terlebih dahulu. Jaringan jala atau mesh ini disebut juga dengan Point-to-Multipoint.
2.  Antena Horn
Antena horn digunakan dalam transmisi dan penerimaan sinyal RF microwave, dan antena biasanya digunakan bersama dengan feed waveguide. Antena horn sering digunakan sebagai standard badan, dan sebagai feed untuk antena parabola, serta digunakan sebagai antena RF. Salah satu penggunaan tertentu dari antena horn itu sendiri adalah untuk sistem radar jarak dekat, seperti yang digunakan untuk penegakan kecepatan otomotif.
Ketika digunakan sebagai bagian dari reflektor parabola, horn berorientasi pada permukaan reflektor, dan mampu memberikan penerangan yang cukup bahkan dari permukaan tanpa membiarkan radiasi ketinggalan reflektor. Dengan cara ini ia mampu memaksimalkan efisiensi dari antena secara keseluruhan. Penggunaan antena horn juga meminimalkan respon palsu dari antena reflektor parabola untuk sinyal yang tidak di lobus utama.
Antena horn dapat dianggap sebagai transformator RF atau perbandingan impedansi antara pengumpan waveguide dan ruang bebas yang memiliki impedansi 377 ohm. Meskipun waveguide akan memancarkan tanpa antena horn, tapi dengan antena ini menjadi lebih efisien.
Nama antena horn berasal dari penampilannya yang khas. Bagian horn dapat segi empat, rectangular, silindris atau mengerucut. Arah radiasi maksimum sesuai dengan poros horn. Horndapat dengan mudah diberikan input dengan waveguide, tetapi juga bisa diberikan input dengan kabel coax dan peralihan yang benar.
Antena horn secara umum dipakai sebagai elemen aktif dalam antena parabola. Horn tersebut mengarah pada pusat reflektor parabola. Penggunaan horn, daripada antena dipole atau antena mana pun, di fokus parabola meminimalisir kehilangan energi di sekitar pinggiran reflektor parabola.
3.  Antena Microstrip/Patch
Antena microstrip adalah suatu konduktor metal yang menempel di atas ground plane yang diantaranya terdapat bahan dielektrik. Antena microstrip merupakan antena yang memiliki massa ringan, mudah untuk difabrikasi, dengan sifatnya yang konformal sehingga dapat ditempatkan pada hampir semua jenis permukaan dan ukurannya kecil dibandingkan dengan antena jenis lain. Karena sifat yang dimilikinya, antena microstrip sangat sesuai dengan kebutuhan saat ini sehingga dapat diintegrasikan dengan peralatan telekomunikasi lain yang berukuran kecil, akan tetapi antenna microstrip juga memiliki beberapa kekurangan yaitu bandwidth yang sempit, gain dan directivity yang kecil, serta efisiensi rendah.
Antena microstrip adalah salah satu jenis antena wireless yang paling popular digunakan saat ini. Ada beberapa alasan kenapa antena microstrip sangat terkenal, yaitu:
–         Sangat mudah difabrikasi.
–         Selaras dengan permukaan nonplanar.
–         Sangat murah karena hanya dengan menggunakan papan cetak sirkuit.
–         Fleksibel sehingga menghasilkan berbagai macam pola dan polarisasi yang berbeda.
–         Strukturnya sangat kuat.

Dalam bentuk dasar, antena mikrostrip terdiri atas tiga lapisan, yaitu patch pada bagian paling atas yang berfungsi sebagai radiator, substrat dielektrik pada bagian patch, dan ground plane pada bagian dasar antena. Patch dan gound plane umumnya dibuat material konduktur, misalnya tembaga. Untuk menyederhanakan analisis dan prediksi kerja, patch biasanya berbentuk persegi, persegi panjang, lingkaran, segitiga, atau elips.
Antena mikrostrip memiliki karakterisitk-karakteristik berikut :
–         Kemampuan mengadopsi teknologi printed-circuit modern pembuatan antena mikrostrip dapat dikatakan cukup mudah, yaitu dengan cara photolithographic. Cara ini mirip dengan mencetak PCB (Printed Circuit Board) untuk aplikasi pada frekuensi tinggi.
–         Kompatibel dengan desain modular. Penelitian dan pengembangan beberapa tahun terakhir mempermudah proses integrasi antena mikrostrip dengan piranti dngan solid-state lainnya, seperti amplifier, osilator, modulator, peradam, switch, mixer, dan sebagainya. Elemen-elemen tersebut dapat ditambahkan pada substrat dielektrik tanpa memerlukan memerlukan proses yang sulit.
Memiliki fitur-fitur menarik. Antena mikrostrip memiliki ukuran lebih kecil, lebih ringan, dan low profile. Proses pembuatannya juga relatif sederhana.

SUMBER :

Sabtu, 23 November 2013

antena mikrostrip

Artikel

Antena Mikrostrip

Pendahuluan
Konsep antena Mikrostrip diperkenalkan pada awal tahun 1950an di USA oleh Deschamps dan di Perancis oleh Gutton dan Baissinot, baru pada tahun 1970an dengan kedatangan teknologi printed-circuit, beberapa kemajuan pada area penelitian ini mulai menghasilan perkembangan antena praktis untuk pertama kalinya.
Bentuk paling sederhana dalam peralatan Mikrostrip adalah berupa sisipan dua buah lapisan konduktif yang saling paralel yang dipisahkan oleh suatu substrat dielektrik. Konduktor bagian atas adalah potongan metal yang tipis (biasanya tembaga atau emas), yang merupakan fraksi kecil dari suatu panjang gelombang. Konduktor bagian bawah adalah bidang pentanahan yang secara teori bernilai tak-hingga. Keduanya dipisahkan oleh sebuah substrat dielektrik yang non-magnetik. Konstanta dielektrik dari substrat berkisar dari 1,17 sampai kisaran 25, dengan loss tangent¬ mulai dari 0,0001 sampai 0,004. Konduktor atas dapat berupa bentuk apapun, bisa persegi-panjang, lingkaran, segi-tiga, elips, helix, cincin lingkaran, dsb.
Perancangan
Untuk mencari dimensi antena mikrostrip (W dan L), harus diketahui terlebih dahulu parameter bahan yang akan digunakan yaitu tebal dielektrik (h), konstanta dielektrik(εr), tebal konduktor (t) dan rugi-rugi bahan (rugi-rugi tangensial). Panjang antena mikrostrip harus disesuaikan, karena apabila terlalu pendek maka bandwidth akan sempit sedangkan apabila terlalu panjang bandwidth akan menjadi lebih lebar tetapi efisiensi radiasi akan menjadi kecil. Dengan mengatur lebar dari antenna mikrostrip (W) impedansi input juga akan berubah. Pendekatan yang digunakan untuk mencari panjang dan lebar antena mikrostrip dapat menggunakan persamaan berikut ini, dengan diketahui frekuensi 1,8 GHz. Substrat FR-4, εr = 4.4 ,n= 1.5 mm, dan f = 0.05 mm
Menghitung lebar konduktor (W)
= 0.883 ((4.4+1)/2 )^(1/2) = 13,65 cm
Menghitung konstanta dielektrik efektif (εeff)
= (4.4+1)/1+(4.4-1)/2(1+(12.1,5.〖10〗^(-3))/13.65) = 6.64
Menghitung panjang efektif (Leff)
= 0.083 1/√(6.64 )-6,307.〖10〗^(-4) = 0,0315 m
Menghitung panjang tambahan (ΔL)
= 0,412.1,5.10-3 (6.64+0,33/6.64-0,33)(9,08+0,264/9,08+0,8) = 6,307.〖10〗^(-4) m
Menghitung Letak dari titik pencatuan (L1)

antena mikrostrip

Artikel

Antena Mikrostrip

Pendahuluan
Konsep antena Mikrostrip diperkenalkan pada awal tahun 1950an di USA oleh Deschamps dan di Perancis oleh Gutton dan Baissinot, baru pada tahun 1970an dengan kedatangan teknologi printed-circuit, beberapa kemajuan pada area penelitian ini mulai menghasilan perkembangan antena praktis untuk pertama kalinya.
Bentuk paling sederhana dalam peralatan Mikrostrip adalah berupa sisipan dua buah lapisan konduktif yang saling paralel yang dipisahkan oleh suatu substrat dielektrik. Konduktor bagian atas adalah potongan metal yang tipis (biasanya tembaga atau emas), yang merupakan fraksi kecil dari suatu panjang gelombang. Konduktor bagian bawah adalah bidang pentanahan yang secara teori bernilai tak-hingga. Keduanya dipisahkan oleh sebuah substrat dielektrik yang non-magnetik. Konstanta dielektrik dari substrat berkisar dari 1,17 sampai kisaran 25, dengan loss tangent¬ mulai dari 0,0001 sampai 0,004. Konduktor atas dapat berupa bentuk apapun, bisa persegi-panjang, lingkaran, segi-tiga, elips, helix, cincin lingkaran, dsb.
Perancangan
Untuk mencari dimensi antena mikrostrip (W dan L), harus diketahui terlebih dahulu parameter bahan yang akan digunakan yaitu tebal dielektrik (h), konstanta dielektrik(εr), tebal konduktor (t) dan rugi-rugi bahan (rugi-rugi tangensial). Panjang antena mikrostrip harus disesuaikan, karena apabila terlalu pendek maka bandwidth akan sempit sedangkan apabila terlalu panjang bandwidth akan menjadi lebih lebar tetapi efisiensi radiasi akan menjadi kecil. Dengan mengatur lebar dari antenna mikrostrip (W) impedansi input juga akan berubah. Pendekatan yang digunakan untuk mencari panjang dan lebar antena mikrostrip dapat menggunakan persamaan berikut ini, dengan diketahui frekuensi 1,8 GHz. Substrat FR-4, εr = 4.4 ,n= 1.5 mm, dan f = 0.05 mm
Menghitung lebar konduktor (W)
= 0.883 ((4.4+1)/2 )^(1/2) = 13,65 cm
Menghitung konstanta dielektrik efektif (εeff)
= (4.4+1)/1+(4.4-1)/2(1+(12.1,5.〖10〗^(-3))/13.65) = 6.64
Menghitung panjang efektif (Leff)
= 0.083 1/√(6.64 )-6,307.〖10〗^(-4) = 0,0315 m
Menghitung panjang tambahan (ΔL)
= 0,412.1,5.10-3 (6.64+0,33/6.64-0,33)(9,08+0,264/9,08+0,8) = 6,307.〖10〗^(-4) m
Menghitung Letak dari titik pencatuan (L1)

copas2 an ttg antena

ntena Yagi Untuk Aplikasi Wifi
Ada yang tau tentang antena Yagi..?? ato Yagi uda, Itu lho yang bentuknya mirip duri ikan ato yang sering buat antena TV di rumah. Antena yagi sendiri itu ditemukan oleh 2 orang profesor asal jepang yang bernama Prof. Hidetsugu YAGI dan Shintaro UDAdari Tokyo University. Ada banyak fungsi sebenarnya antena yagi itu selain untuk menerima gelombang UHF untuk TV, antena yagi juga bisa untuk menerima gelombang wifi dari internet hotspot, malahan juga sering digunakan untuk nembak hotspot orang, trus ada juga yang bisa menerima gelombang dari pemancar CDMA jadi kalau didaerah yang sinyal handphonenya lemah dapat menggunakan antena jenis yagi untuk memperkuat sinyal yang masuk ke handphone.
Dibawah ini ada salah satu contoh kegunaan antena yagi yaitu untuk menerima gelombang wifi dengan kriteria pembuatan sbb 
1. Menentukan Spesifikasi Antena
  • Frekuensi 2400 MHz – 2500 MHz
  • Gain > 15 dBi
  • SWR <>
  • Zo 50 Ω
2. Menentukan dimensi antenna
  • Panjang 100 cm
  • Lebar 10 cm
  • Jumlah Director 18 buah
Direktor
Panjang
Direktor
Panjang
Direktor
Panjang
1
6.3 cm
7
6.0 cm
13
5.9 cm
2
6.2 cm
8
6.0 cm
14
5.9 cm
3
6.2 cm
9
6.0 cm
15
5.8 cm
4
6.1 cm
10
5.9 cm
16
5.8 cm
5
6.1 cm
11
5.9 cm
17
5.8 cm
6
6.1 cm
12
5.9 cm
18
5.8 cm
  • Jumlah Driven 1 buah ( 6.25 cm )
  • Jumlah Reflektor 1 buah ( 10 cm )
3. Melakukan pemotongan bahan sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan
4. Membuat Driven dengan jenis Dipole Sleve ½ λ dengan alasan karena mempunya impedansi ( Zo ) 50 Ω sehingga sesuai dengan impedansi ( Zo ) dari kabel Koaksial yang digunakan.
Driven terbuat dari kabel koaksial 50 Ω dengan panjang total ½ λ yang kemudian ¼ λ nya dikupas baik innernya ataupun outernya dan sisanya dibiarkan terbungkus dengan outernya. Setelah jadi maka driven ditempelkan pada konektor N-Female dengan cara disolder.
5. Setelah driven dan antenna jadi maka selanjutnya tinggal melakukan pengukuran untuk mencari nilai SWR dan Bandwith dengan menggunakan alat Network Analyzer, jika nilai SWR atau Bandwith belum pas maka dicari sampai sesuai dengan yang diharapkan salah satunya dengan cara mengikir driven untuk memperpendek λ atau dengan memperbaiki solderan.
6. Setelah pengukuran dalam dilakukan dan mendatkan hasil yang sesuai dengan yang diinginkan yaitu SWR <>
Blue Print Antena Yagi for Wifi with 18 Director
Dimensi Antena Yagi for Wifi with 18 Director
Director Number
Length
Spacing
Number
cms.
cms.

1
6.3
0.9
2
6.2
2.2
3
6.2
2.6
4
6.1
3.1
5
6.1
3.4
6
6.1
3.7
7
6.0
3.9
8
6.0
4.0
9
6.0
4.2
10
5.9
4.4
11
5.9
4.6
12
5.9
4.7
13
5.9
4.8
14
5.9
4.8
15
5.8
4.9
16
5.8
4.9
17
5.8
4.9
18
5.8
4.9






Reflector Length (cm)
6.7
Reflector Spacing (cm)
2.9
Driven Element (cm)
6.5
.
.
Spesification
Frequency (MHz).
2450.0 Mhz
Wavelength (cm).
12.5
Boom Diameter (cm).
1
Element Diameter (mm).
0.2
Boom Length (Metres)
1
Gain (dBd)
15.5
Useable bandwidth
2401 to 2499 MHz
SWR
<>
Zo
50 Ohm
Panjang Director
150 cm
Panjang Antena
100 cm
.
.
Bahan – bahan
1. Pipa alumunium persegi 1 Meter
2. Pipa alumunium 0.2 mm silinderer 1,5 Meter
3. Kabel Coaxial 50 Ohm 0,1 Meter
4. Konektor N-Female 1 buah
5. Pipa Paralon 0,15 Meter
6. Tutup Paralon 1 buah
.
Mungkin kriteria diatas bisa kurang akurat saat benar – benar diterapkan menjadi sebuah antena tetapi semua data – data diatas adalah hasil riset yang kemungkinan ada banyak perbedaan dengan hasil orang lain. Maka hanya sekedar saran saja untuk mendaoatkan hasil yang maksimal dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Contoh Gambar Nyata Yagi Buatan Sendiri
yagi

Antenna Omni Sederhana

Antena Omni

Bahan bacaan dari tulisan Pak Gun tentang "Merakit Homebrew Antenna 2.4GHz" menjelaskan sebagai berikut,

Antena Omni memiliki pola radiasi yang menyebar sama rata ke segala arah, sehingga cocok digunakan sebagai antena access point.
Diagram Antenna Omni Collinear 2.4GHz
Diagram Antenna Omni Collinear 2.4GHz

Diagram Sambungan Antenna Omni 2.4GHz ke Access Point
Diagram Sambungan Antenna Omni 2.4GHz ke Access Point

BAHAN

  1. Pipa PVC 1 inch panjangnya disesuaikan dengan element antena
  2. Tutup pipa 1 inch : 2 buah
  3. Kawat email diameter : +/- 1 mm
  4. N-type female connector
  5. Klem pipa : 2 buah
  6. Baut secukupnya
  7. Busa plastik secukupnya

CARAPEMBUATAN

  • Siapkan bahan-bahan yang diperlukan
  • Pasang N-Connector ke tutup pipa 1 inch yang akan di pasang di bagian bawah.



  • Pasang busa plastik yang dibentuk lingkarang yang dibelah sebagian untuk penyangga kawat email agar center di dalam pipa dan tidak bengkok.

  • Masukkan kawat email yang telah dipasang busa plastic ke dalam pipa.
  • Solder kawat ujung bawah email ke inner n-Connector.
  • Pasang kedua tutup pipa.
  • Siapkan klem seperti gambar di bawah. Menggunakan sembarang bahan isolator yang cukup kuat dan tahan lama jika dipasang di outdoor. Plat putih pada gambar di bawah terbuat dari pipa PVC ½ inch yang dipanaskan kemudian dipress. Lengkungan yang membentuk huruf C terbuat dari pipa PVC 1 inch yang dibelah kira-kira ¼ lingkaran.
  • Pasang klem ke antena omni.
  • Pasang antenna ke pipa tiang antenna seperti gambar berikut

VIDEO TUTORIAL MEMBUAT ANTENA OMNI 14 DBI

10 Votes

Kali ini saya akan memberikan tutorial pembuatan Antena OMNI 14 dBi yang sudah pernah saya buat bersama dengan diaz dan fajar. Pertama kali saya juga searching melalui om google dan ternyata saya mendapatkan file video dari ICT Centre Jakarta, nah langsung aja saya download file video tersebut. Kemudian selama seminggu (lama banget ya??) saya dan temen-temen saya membuat antena tersebut. Namun antena tersebut masih belum bisa berfungsi dengan baik, masih terdapat banyak kesalahan disana-sini. Tanpa pikir panjang, kami bertiga kemudian langsung meluncur ke lokasi ICT Centre Jakarta tersebut di Jakarta Timur. Setelah dikoreksi sama pihak sana, OMNI saya masih kurang presisi. Jadi dalam membuat antena harus benar-benar presisi dalam mengukur dan membuat, harus sesuai dengan ukuran yang sudah ditentukan. Dan kami juga lupa untuk memasang kawat yang berfungsi untuk mengatur frekuensi yang panjangnya harus benar-benar akurat.
Tahap 1 : Persiapan Peralatan
1.Paralon 1 1/4 inchi
2.Dop Paralon 1 1/4
3.Busa Kapiler AC
4.Pipa capiler AC 0,6mm
5.Coax Rg 6 U
6.Plat Tembaga 0,5mm
7.N conector Female
8.Cutter, Pipe Cutter
9.Timah dan Solder Besar
10.Bor tangan
11.Tang potong, Tang Cucut
12.Gunting seng
Tahap 2 : Membuat Elemen Buatlah 24 buah elemen pipa capiler AC dengan menggunakan pipe cutter dengan ukuran 4,7cm, lalu kemudaian potong kabel Rg 6U dengan ukuran 6,7cm sebanyak 24 buah juga, kupas bagian luar kabel, dan lepaskan serabut ground-nya sehingga tinggal satu kabel dan busa pelindung kabel saja yang tersisa kemudian masukan satu persatu kedaam pipa capiler AC,.nah sekarang kita sudah punya 24 buah elemen, susun kemudian solder.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, pertama pada saat memotong pipa capiler AC sebaiknya jangan terburu2, karena ujung capilernnya bisa mengecil jika anda memaksakannya, bentuknya jadi tidak presisi, kita membutuhkan bentuk lurus dan presisi,jadi motongnnya harus hati2 dan perlahan, kemudian hal yang kedua pada saat menyolder kita harus menggunakan solder yang sangat panas, karena jika terlalu lama dalam proses menyolder ini akan mengakibatkan busa didalam kabel RG6 U meleleh dan akan konsleting. Jangan lupa setelah semua pekerjaan diatas selesai, test terlebih dahulu menggunakan multi tester di setiap bagian, konslet atau tidak.
Tahap 3 : Membuat Bagian Bawah
Untuk bagian bawah antena, potong plat tembaga dengan ukuran 8×4cm buat bulatan silinder dan kemudian solder sisinya hingga tertutup rapat, buatkan tutup melingkar bagian bawah kemudian bor untuk memasukan pipa capiler AC, potong pipa capiler sepanjang 7,8cm dan kabel Rg 6 U dengan ukuran 9,8cm seperti membuat elemen diatas. Kemudian masukan kedalam plat tembaga yang berbentuk silinder tadi, untuk bagian bawah panjangannya 3,5cm kemudian solder dengan N Connector, kemudian buatkan ground dari plat tembaga ke N connector dan solder.
Tahap Empat : Membuat Cable Stup
Lanjutkan pekerjaan kita dengan menyambung 24 elemen yang sudah kita solder dengan bagian belakang yang sudah kita buat tadi, jika semuannya sudah tersambung, test dulu dengan menggunakan multy tester, kalo bikinnya bener harusnnya nggak konslet, kemudian kita buatkan cable stup seperti gambar diatas dengan bagian dalam kabel Rg 6U, jika sudah tersolder cable stup tersebut maka pasti kalo di test menggunakan multy tester akan konslet.

Tahap Lima : Packaging (Pengemasan)

Setelah semua proses sudah selesai, tinggal memasukan antena yang kita buat kedalam busa capiler dan kemudian masukan kedalam paralon 1 1/4 inchi yang tersedia, maksudnya agar pada saat keadaan antenna berdiri elemen dan casingnnya tidak berbenturan kalo ada guncangan, jadi awet, untuk casing bisa menggunakan ukuran paralon apa aja, dan sihlakan di kasih warna sesuai selera. Selamat mencoba!
taken from http://sindu.web.id/blog/2008/06/11/membuat-omni-14dbi
Untuk lebih jelasnya, langsung aja lihat video tutorial di bawah ini, atau silakan mendownload file video nya. Gratis tis..tis..tis… hehehe :)
(Video masih dalam proses upload ke youtube)

Antena parabola

Antena parabola adalah sebuah antena ber-gain tinggi yang digunakan untuk komunikasi radio, televisi dan data dan juga untuk radiolocation (RADAR), pada bagian UHF and SHF parts dari spektrum gelombang elektromagnetik. Panjanggelombang energi (radio) elektromagnetik yang relatif pendek pada frekuensi-frekuensiini menyebabkan ukuran yang digunakan untuk antena parabola masih dalam ukuran yang masuk akal dalam rangka tingginya unjuk kerja respons yang diinginkan baik untuk menerima atau pun memancarkan sinyal.

CarAMemasangAntena Parabola?


parabola.gif

Bagaimana cara memasang antena parabola dengan cara yang baik dan benar? Agar frekuensi sinyal yang kita dapatkan untuk menonton siaran TV atau sebagaiperalatan interface internet dengan menggunakan antena parabola baik? Berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan pada saat pemasangan antena parabola tersebut :
1. Posisi Parabola :
Letakkan parabola di bidang ( tempat terbuka ) tidak ada halangan ke langit bebas ( bebas dari rintangan seperti : pepohonan, gedung, dll ) serta datar. Untuk menentukan kedatarannya, bisa dengan cara menuang air ke baskom. Bila air penuh tepat lurus di bibir baskom berarti bidang cukup datar terhadap bumi. Bila posisinya miring, gunakan papan yang diganjal untuk mendapatkan bidang yang datar.
2. Penentuan Posisi Parabola :
Buatlah garis vertikal dan horizontal pada parabola untuk membantu penentuan posisinya. Titik temu garis ini harus berada tepat di dasar parabola ( gunakan gundu, tempat di mana gundu diam itulah titik dasar parabola ). Setelah digaris, berikan penanda empat arah mata angin seperti gambar berikut:
kompas.jpg
Arahkan piringan parabola ke arah mata angin menggunakan kompas yang diletakkan di dasar parabola ( yaitu titik pertemuan garis vertikal dan garis horizontal tersebut). Atur agar keempat arah mata angin itu sesuai dengan yang ditunjukkan di kompas.
3. Pemasangan LNBF :
Pasanglah LNBF pada bracket yang disediakan LNBF pada parabola. Untuk menentukan tinggi bracket yang tepat, bisa dengan cara menggunakan rumus berikut :
rumus.jpg
4. Pengaturan Sinyal :
Jika antena parabola sudah terpasang ( termasuk kabel-kabel konektornya ), kemudian aturlah agar sinyal diterima sebesar mungkin dengan mengkoreksi dudukan ( posisi ) piringan parabola. Kekuatan sinyal yang diperlukan >= 60% dan kualitas >= 70% dengan indikator warna hijau pada receiver yang artinya sudah cukup stabil menerima sinyal. Pada STB, gambar akan tampak baik bila sinyal ada di atas 60%, kualitas di atas 70% dan bar persentase menunjukkan warna hijau ( bisa berbeda di tiap STB ).
Untuk lebih jelasnya trik dan tips memsang antena parabola ini, bisa referensi ke situs ini dan search dengan Google aja dech. Semoga bermanfaat! ;)



Antenna Panel18dB buatanSinducs

Dari pada beli mahal mendingnya bikin-kan :) biar jelek juga buatan sendiri hehehe.. narsis sedikit dech,.. oke ini tahapan bikin antena panel 18dbi,.. tapi sebelum kita mulai mungkin ada yang belum tau yang dimaksud antena panel itu apaan.. coba tannyakan langsung ke paman google,…
Antena panel ini pada dasarnnya dibuat diatas PCB yang bisa di beli di toko2 electronik,.. biasannya harus pesen kalo ukurannya rada besar,.. nah untuk dimesi ukuran antena panel 18dbi adalah 33×34cm nah sebenernnya antenna ini nyontek produk dlink ant24-1800.. untuk file blue print nya sihlakan download di sini,…
Ok mari kita mulai pembuatan antenna panel 18 dbi ini,…

TAHAP 1, BIKIN CETAKAN

Ada dua cara yang saya tau untuk membuat cetakan untuk blue print kita,.. satu dengan menyablon, dan yang kedua dengan cutting stiker,.. untuk pembuatan partai besar alias banyak anda bisa menggunakan tehnik sablon,.. kalo hannya untuk partai kecil cukup gunakan cutting stiker saja lebih praktis,.. berikut dokumentasinya pada saat saya buat antenna ini dengan tehnik menyablon..

TAHAP 2, LARUTKAN DENGAN FEROCLORID



berikutnya kalo cetakannya diatas PCB-nya sudah jadi, masukan ke campuran air panas dan feroclorid,, hehehe mudah2an nggak salah ejannya,.. :P untuk daerah jakarta bisa beli ditoko kimia di terminal kampung melayu namannya Inti Kimia,.. paling 25ribu 1 plastik.. bisa 10 kali pakai,.. truz goyang2 aja sampe tembaga-nya terkikis yang tinggal hannya cetakannya,…

TAHAP 3, BERSIHKAN

seletalah selesai dengan larutan fericorid, bersihkan cektakan dengan thiner aja,.. berhubung harga minyak tanah mahal :) ,… jangan lupa bersihkannya sampe bersih yah..

TAHAP 4, PASANG KONEKTOR DAN REFLEKTOR

Lalu pasang N-Konektor dan reflektornnya,.. untuk N connector bisa di beli di toko alat electronik komunikasi seperti HT dll, nah kalo reflektornya itu menggunakan plat alumunium, jangan terlalu tebal karena berat nanti antenannya,.. untuk ukuran reflektor itu tersesah anda baiknya lebih besar dari penampang antennannya,.. dan jangan lupa setelah selesai semua,.. elemennya yang didepan di pilok dengan pilok pernis yang bening biar nggak karatan.. karena kalo di diamkan satu hari saja bisa langsung karatan..
Oh ya, biar PCB ga cepat korosif, coba lapisi dengan gondorukem yang dilarutkan ke thinner (cari di toko besi). Mengkilat dan awet ntar. Untuk alternatif pelarut bisa juga pakai NA2 + HCL + AIR.

TAHAP 5, TEST

Setelah antenna selesai anda harus tes kemampuannya,… perhatikan polarisasi vertical dan hrizontalnya,.. sejauh ini kita test menggunakan beberapa radio hasilnya sangat memuaskan,.. :) dari beberapa hasil test seperti noise dan bandwith yang bisa lewat dengan antenna buatan ini,.. hasilnya cukup memenuhi syarat jika ingin digunakan untuk koneksi broadband,…
Nah masih ada PR neh buat kita yang belum selesai,.. yaitu membuat dudukan atau moting untuk antena panel ini,.. juga membuat kemasan untuk menutup elemen yang didepannya,.. kita akan terus riset untuk mencari harga termurah,.. kalo ada masukan sihlakan kami akan senang sekali… :) selamat mencoba :),…

Antenna Sectoral Sederhana e-goen

Antenna sectoral sederhana berikut adalah rancangan Pak Goen dengan cara menambahkan sedikit reflector di belakang antenna omnidirectional bawaan Access Point.
Material yang dibutuhkan
Material yang dibutuhkan
Foto Access Point dengan dua (2) Antenna
Foto Access Point dengan dua (2) Antenna
Access Point sudah di instalasi dalam kotak
Access Point sudah di instalasi dalam kotak
Access Point dengan reflector sectoral siap tempur
Access Point dengan reflector sectoral siap tempur
Access Point Siap Tempor di atas "tower"
Access Point Siap Tempor di atas "tower"

Wajanbolic e-goen

From SpeedyWiki

Jump to: navigation, search
WARNING: Antenna wajanbolic e-goen sangat sensitif terhadap arah antenna, anda harus pelan-pelan mengarahkan antenna ke base station supaya dapat sinyal maksimum.

Antenna Wajan, atau Wajanbolic e-goen merupakan terobosan dalam Teknologi RT/RW-net.Antenna Wajanbolic e-goendapat menjadi client yang murah dalam sebuah RT/RW-netsehingga kita dapat ber Internetdengan murah. Internet murahbukan berarti mencuri bandwidth dan ber Internet gratis, seperti kebanyakan orang menyangka.Internet menjadi murah karena beban biaya di tanggung ramai-ramai oleh banyak mengguna di sebuah RT/RW dalam RT/RW-net
Pak Gunadi dan Wajanbolic e-goen
Pak Gunadi dan Wajanbolic e-goen
Antenna Wajanbolic e-goen di kembangkan oleh Pak Gunadi (Pak Gun) atau lebih di kenal e-goen. Pak Gun berasal dari Jogyakarta alumni STEMBAYO. Informasi terakhir, beliau bekerja di Indosat menjadi salah seorang yang bertanggung jawab di Stasiun Bumi Indosat di Purwakarta. Sejak 2005-awal 2006, sosok e-goen dominan memberikan inspirasi bagi bangsa Indonesia untuk mengembangkan antenna wajan & antenna panci di Indonesia. Antenna wajan yang kemudian dikenal sebagaiwajanbolic e-goen menjadi andalan utama bagi mereka yang ingin membangun RT/RW-netatau Wireless Internet murah di rumahnya dengan modal sekitar Rp. 300-350.000 saja.
Pak Gun aktif di mailing list indowli@yahoogroups.com dan mengajarkan subscriber indowli@yahoogroups.com teknik-teknik membuat antenna murah menggunakan wajan, kaleng, pipa pralon. Dengan peralatan yang sangat sederhana kita dapat membangun sambungan Wireless Internet yang cukup jauh untuk menjangkau wilayah lebih dari 2-4 km.
Awalnya, Pak Gun menyebarkan foto-foto awal wajanbolic, maupun antenna sederhana lainnya di situshttp://pg.photos.yahoo.com/ph/gunpwk/my_photos. Sayang, Yahoo Photo men-delete semua foto wajanbolic e-goen. Situs Photo Pak Gun telah pindah ke,
Sebagian dari foto Wajanbolic e-goen dari situs Yahoo Photo di selamatkan ke Situs DIKLATORARI pada alamat


CUPLIKAN BAHAN DAN KONSTRUKSI ANTENNA WAJAN

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat akses Internet menggunakanantenna wajanbolic adalah,
Konstruksi antenna wajanbolic,
  • membuat dudukan untuk USB WLAN dari pralon 1", yang dilapisi oleh lakban aluminium, sehingga berfungsi seperti antenna kaleng.
  • lubangi tengah-tengah wajan
  • dudukan pipa pralon dengan USB WLAN di muka wajan.
  • perpanjang kabel USB dengan menggunakan kabel UTP.
Sedikit perhitungan posisi lakban aluminium terhadap dasar wajan.
  • Lokasi fokus wajan adalah f=D^2/(16xd) dimana D adalah diameter wajan, dan d adalah kedalaman wajan.
  • Posisi USB wifi adalah 3/4Lg, kira-kira 5.2-5.3cm untuk pralon 3".

Antenna Kaleng USB

From SpeedyWiki

Jump to: navigation, search
Peralatan yang di siapkan
Peralatan yang di siapkan
Pemasangan Dudukan Untuk USB WiFi
Pemasangan Dudukan UntukUSB WiFi
Posisi USB WiFi
Posisi USB WiFi
Pemasangan Dudukan Penutup untuk USB WiFi
Pemasangan Dudukan Penutup untuk USB WiFi
Antenna Kaleng USB yang siap tempur
Antenna Kaleng USB yang siap tempur

Antenna Kaleng USB Modif

From SpeedyWiki

Jump to: navigation, search
Material yang dibutuhkan